CNP Indonesia News.com – Kelompok kejahatan terorganisasi terbesar di Jepang, Yakuza, baru-baru ini mengajukan janji tertulis kepada kepolisian untuk mengakhiri konflik internal yang telah berlangsung selama hampir satu dekade dengan kelompok pecahannya, Yamaguchi-gumi.
Surat pernyataan tersebut diserahkan langsung oleh salah satu anggota senior Yamaguchi-gumi kepada polisi pada Senin (7/4/2025), sebagai bentuk komitmen untuk menghentikan pertikaian antar-geng dan tidak menimbulkan kekacauan lebih lanjut di masyarakat.
“Janji ini disampaikan langsung kepada polisi pada Senin,” ujar seorang pejabat kepolisian, dikutip dari kantor berita AFP, Kamis (10/4/2025).
Konflik antara dua kelompok ini bermula pada tahun 2015, ketika sejumlah anggota Yakuza memisahkan diri dan membentuk kelompok baru, Yamaguchi-gumi.
Perpecahan itu memicu perang berdarah antar-geng, yang memperburuk situasi keamanan di berbagai wilayah Jepang.
Posisi Yakuza dalam Masyarakat Jepang Tidak seperti kelompok mafia di negara lain, Yakuza memiliki kedudukan unik dalam masyarakat Jepang. Mereka tidak sepenuhnya dianggap ilegal, dan banyak dari kelompok ini memiliki markas tetap yang diawasi langsung oleh kepolisian. Sejak pasca-Perang Dunia II, Yakuza tumbuh menjadi jaringan kejahatan bernilai miliaran dolar. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal seperti perdagangan narkoba, prostitusi, pemerasan, hingga kejahatan kerah putih.




















