CNP Indonesia News – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan akan memberangkatkan 756 personel baru sebagai pasukan perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada akhir Mei 2026 mendatang, meski 3 personel gugur dalam sebuah serangan yang diduga berasal dari tentara Israel di Lebanon Selatan.
Menurut Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, kebijakan luar negeri Indonesia dalam misi PBB bersifat independen dan tidak dipengaruhi oleh apapun termasuk keputusan negara tetangga.
“Kita enggak bisa melihat itu diukur dengan kepentingan negara lain ya. Kalau Malaysia punya hitung-hitungan sendiri, ya itu kita serahkan kepada pemerintah Malaysia,” ujar Iwan Bambang, usai melayat ke rumah salah satu prajurit yang gugur di Lebanon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Cimahi, Jawa Barat, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Rabu (1/4/2026).
Iwan menjelaskan mandat konstitusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Markas Besar PBB yakni 22 Mei 2026. Bahkan, jumlah personel yang akan dikirim ke Lebanon sesuai dengan jumlah kuota total yang diminta oleh PBB.
“Tanggal 22 Mei ini rencana rotasi akan segera dilaksanakan sesuai dengan waktu penugasan satu tahun di daerah misi. Satu tahun lebih mereka berada di sana,” ucap Iwan.
Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dikabarkan gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.
Sebagaimana data yang dikeluarkan TNI, 3 personel yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (inf) Zulmi Aditya Iskandar.
Fahrizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu (29/3). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3).
Iwan menuturkan, saat ini tersisa 753 prajurit TNI yang masih bertugas di wilayah misi. Ia berharap seluruh sisa personel yang ada di Lebanon dapat menyelesaikan misi dengan baik dan kembali ke tanah air tanpa kekurangan satu pun.




















