banner 728x250

Misi Artemis II NASA Bawa Astronaut Keliling Bulan, Pecahkan Rekor Sejarah

  • Share
Misi Artemis II NASA berhasil diluncurkan dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida (Reuters: Joe Skipper)

CNP Indonesia News – Misi Artemis II milik NASA telah resmi diluncurkan pada Rabu (1/4) pukul 18.35 ET atau Kamis (2/4) pukul 05.35 WIB, menandai kembalinya manusia ke orbit Bulan setelah lebih dari lima dekade. Empat astronaut, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, memulai perjalanan bersejarah yang akan berlangsung sekitar 10 hari.

Sehari setelah peluncuran, wahana Orion spacecraft berhasil menyalakan mesinnya selama 5 menit 50 detik di ketinggian 185 kilometer dari Bumi, sebuah manuver krusial untuk melaju menuju Bulan, seperti dilansir dari Media Indonesia. Peristiwa ini menjadi momen penting karena ini adalah pertama kalinya manusia meninggalkan orbit Bumi sejak misi Apollo 17 pada tahun 1972.

Example 300x600

Selama misi 10 hari ini, Orion akan mengikuti lintasan free return trajectory yang memungkinkannya mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi tanpa perlu dorongan mesin tambahan. Sejak hari pertama, para kru langsung melakukan berbagai uji coba, termasuk simulasi kendali manual selama 70 menit, untuk memastikan semua sistem berfungsi optimal.

Mereka akan tinggal di dalam kapsul berdiameter sekitar 5 meter, melakukan aktivitas harian dan eksperimen ilmiah. NASA juga menjadwalkan siaran langsung hampir setiap hari, memungkinkan masyarakat global mengikuti perkembangan misi secara waktu nyata. Pada hari ketiga, kru akan menguji sistem komunikasi melalui Deep Space Network, jaringan antena raksasa berdiameter sekitar 70 meter yang tersebar di seluruh dunia.

Mencapai Jarak Terjauh dari Bumi

Memasuki hari kelima, Orion akan melintasi sphere of influence Bulan, di mana gravitasi Bulan menjadi lebih dominan dibandingkan Bumi. Namun, selama sekitar 40 menit saat berada di sisi jauh Bulan, komunikasi dengan Bumi akan terputus total. Puncak misi akan terjadi pada hari keenam, saat Orion melakukan lintasan terdekat ke Bulan.

Pada 6 April, kru diperkirakan akan mencapai jarak maksimum sekitar 405.000 kilometer dari Bumi, yang memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Apollo 13 pada tahun 1970 dengan selisih sekitar 5.400 kilometer. Dari jarak ini, komandan misi, Reid Wiseman, mengamati Bumi terlihat sangat kecil, seolah mencoba memotret Bulan dari halaman rumah sendiri, seperti diberitakan oleh Kontan.

Rekor dan Tujuan Masa Depan

Misi Artemis II tidak hanya mencetak rekor jarak, tetapi juga membawa sejumlah pencapaian bersejarah bagi para astronautnya, seperti dilaporkan oleh Kumparan. Victor Glover menjadi astronaut kulit hitam pertama yang mencapai lingkungan Bulan, sementara Christina Koch menjadi perempuan pertama yang melampaui orbit rendah Bumi dan mencapai Bulan.

Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency menjadi astronaut non-Amerika pertama yang mencapai Bulan, dan Reid Wiseman, pada usia 50 tahun, menjadi astronaut tertua yang mencapai lingkungan Bulan. Selain itu, kapsul Orion diperkirakan akan melaju lebih dari 40.200 kilometer per jam saat kembali ke Bumi, menjadikannya kecepatan masuk ulang tercepat dalam sejarah manusia.

Di tengah perjalanan, para astronaut juga sempat melaporkan masalah kecil, seperti lampu merah pada toilet Orion, yang segera diatasi oleh pusat kendali misi. Toilet Orion menggunakan sistem canggih yang mendaur ulang urine menjadi air dan menyegel limbah padat, jauh lebih nyaman dibandingkan sistem era Apollo.

Setelah menyelesaikan lintasan mengelilingi Bulan, Orion akan kembali ke Bumi dan memasuki fase reentry dengan kecepatan lebih dari 30 kali kecepatan suara. Gesekan dengan atmosfer dapat memanaskan bagian luar kapsul hingga lebih dari 2.760 derajat Celsius. Untuk misi ini, jalur masuk telah diubah agar lebih aman, berdasarkan pengalaman kerusakan pelindung panas pada uji coba Artemis I tahun 2022.

Misi Artemis II merupakan langkah awal yang krusial dalam rencana jangka panjang NASA untuk kembali mendaratkan manusia di Bulan, dan berfungsi sebagai “geladi bersih” sebelum misi pendaratan berawak di Kutub Selatan Bulan pada Artemis IV yang ditargetkan pada 2028, seperti diberitakan Kompas.com.

banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 468x60