CNP Indonesia News – Memulai usaha di usia 40 tahun sering dianggap sebagai langkah yang lebih matang karena seseorang biasanya sudah memiliki pengalaman hidup, pemikiran yang lebih stabil, serta kemampuan mengambil keputusan yang lebih bijak dalam mengelola risiko usaha, sehingga bisnis ternak dapat menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin membangun sumber penghasilan baru tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pekerjaan utama.
Selain itu, usaha ternak juga memiliki keunggulan karena dapat dimulai secara bertahap dari skala kecil dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di rumah, sehingga modal awal bisa lebih fleksibel dan peluang berkembangnya cukup besar apabila dikelola dengan disiplin, terutama karena kebutuhan masyarakat terhadap produk peternakan seperti daging, telur, dan ikan terus meningkat sepanjang tahun. Berikut ide usaha ternak yang cocok dimulai di usia 40 tahun, dirangkum Liputan6.com pada Senin (23/3/2026).
1. Ternak Ayam Kampung
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497865/original/012477300_1770692716-Ternak_Ayam_KUB__Kampung_Unggul_Balitbangtan___Gemini_AI_.jpg)
Ternak ayam kampung menjadi salah satu usaha yang cukup menjanjikan bagi pemula karena permintaan pasar terhadap daging dan telur ayam kampung relatif stabil sepanjang tahun, terutama di pasar tradisional, restoran, serta usaha kuliner rumahan yang membutuhkan bahan makanan dengan cita rasa alami dan tekstur daging yang lebih gurih dibandingkan ayam ras biasa.
Selain memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding ayam broiler, ayam kampung juga dikenal memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat sehingga risiko kematian akibat penyakit bisa lebih rendah apabila perawatan dasar seperti kebersihan kandang, pemberian pakan bergizi, serta pengelolaan lingkungan ternak dilakukan secara konsisten oleh peternak.
Bagi seseorang yang memulai usaha di usia 40 tahun, ternak ayam kampung dapat dijadikan sebagai usaha yang relatif mudah dijalankan karena tidak membutuhkan teknologi rumit, bahkan banyak peternak memulai dari puluhan ekor saja di pekarangan rumah, kemudian secara bertahap memperbesar populasi ketika sistem pemeliharaan dan pemasaran sudah berjalan dengan baik.
2. Ternak Bebek Petelur
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
Usaha ternak bebek petelur memiliki peluang yang cukup besar karena telur bebek merupakan bahan pangan yang banyak digunakan dalam berbagai jenis makanan seperti telur asin, campuran kue tradisional, hingga berbagai menu kuliner yang membutuhkan telur dengan rasa yang lebih gurih dan tekstur kuning telur yang lebih kaya dibandingkan telur ayam.
Selain memiliki pasar yang cukup luas, bebek juga dikenal sebagai unggas yang memiliki ketahanan tubuh yang cukup baik terhadap kondisi lingkungan, sehingga peternak tidak selalu membutuhkan perawatan yang terlalu kompleks selama kebutuhan pakan, air minum, serta kebersihan kandang tetap dijaga dengan baik secara rutin.
Bagi mereka yang ingin memulai usaha ternak di usia 40 tahun, beternak bebek petelur bisa menjadi pilihan yang menarik karena hasil produksinya berupa telur dapat dipanen setiap hari, sehingga memberikan pemasukan yang lebih rutin dibandingkan usaha ternak yang hanya menghasilkan keuntungan saat masa panen tertentu.
3. Ternak Kambing
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485004/original/061122800_1769491509-1.jpg)
Ternak kambing merupakan salah satu usaha peternakan yang cukup populer di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama karena kambing sering digunakan untuk kebutuhan konsumsi daging serta berbagai keperluan keagamaan seperti saat perayaan Idul Adha yang biasanya meningkatkan permintaan secara signifikan setiap tahunnya.
Selain itu, kambing juga dikenal sebagai hewan ternak yang relatif mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan di Indonesia, sehingga usaha ini dapat dijalankan di berbagai daerah dengan sistem pemeliharaan yang tidak terlalu rumit selama peternak memperhatikan kualitas pakan, kebersihan kandang, serta kesehatan hewan secara berkala.
Bagi seseorang yang memulai usaha di usia 40 tahun, ternak kambing dapat menjadi investasi jangka menengah yang menarik karena selain menghasilkan keuntungan dari penjualan daging, peternak juga dapat memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan anak kambing, pupuk kandang, hingga kerja sama dengan pedagang hewan kurban pada musim tertentu.
4. Ternak Lele
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460393/original/064062100_1767248775-Waspada_dan_Cegah_Serangan_Penyakit_Sejak_Dini.jpg)
Budidaya ikan lele merupakan salah satu usaha ternak yang cukup diminati karena proses pemeliharaannya relatif mudah dan dapat dilakukan di lahan yang terbatas menggunakan kolam terpal, sehingga cocok bagi pemula yang ingin memulai usaha tanpa harus memiliki lahan yang luas atau infrastruktur kolam permanen.
Permintaan pasar terhadap ikan lele juga sangat tinggi karena ikan ini menjadi bahan utama berbagai jenis kuliner populer seperti pecel lele, lele goreng, hingga berbagai olahan makanan kaki lima yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, sehingga peluang penjualan biasanya cukup terbuka luas.
Selain itu, siklus panen lele yang relatif cepat, yaitu sekitar dua hingga tiga bulan sejak penebaran benih, membuat usaha ini cukup menarik bagi mereka yang ingin mendapatkan perputaran modal yang lebih cepat dibandingkan beberapa jenis ternak lain yang membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama.
5. Ternak Burung Puyuh
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525371/original/000814200_1773039425-076471000_1772678879-Gemini_Generated_Image_5nsrpf5nsrpf5nsr.jpg)
Ternak burung puyuh dikenal sebagai usaha peternakan yang cukup produktif karena burung ini mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang relatif banyak setiap harinya apabila kondisi kandang, pakan, serta lingkungan pemeliharaan dikelola dengan baik oleh peternak.
Telur puyuh sendiri memiliki pasar yang cukup luas karena sering digunakan dalam berbagai menu makanan seperti sate telur puyuh, lauk pendamping nasi, hingga berbagai hidangan rumahan yang membutuhkan bahan makanan bergizi dengan ukuran kecil namun memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
Keuntungan lain dari usaha ternak puyuh adalah kebutuhan lahannya yang tidak terlalu besar karena kandang puyuh dapat disusun secara bertingkat, sehingga cocok dijalankan oleh mereka yang ingin memulai usaha ternak di rumah dengan lahan terbatas namun tetap memiliki potensi menghasilkan pendapatan rutin dari penjualan telur.
6. Ternak Ayam Hias
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527811/original/078657200_1773214963-unnamed_-_2026-03-11T144140.724.jpg)
Selain ayam konsumsi, ayam hias juga memiliki pasar tersendiri karena banyak pecinta unggas yang tertarik memelihara ayam dengan bentuk tubuh unik, warna bulu menarik, serta karakteristik yang berbeda dari ayam biasa, sehingga beberapa jenis ayam hias bahkan bisa memiliki harga jual yang cukup tinggi.
Bisnis ternak ayam hias juga sering berkembang melalui komunitas pecinta unggas yang aktif berbagi informasi mengenai jenis ayam langka, teknik perawatan, hingga peluang perdagangan, sehingga peternak dapat memanfaatkan jaringan komunitas tersebut untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual ternaknya.
Bagi seseorang yang memulai usaha di usia 40 tahun, ternak ayam hias bisa menjadi pilihan yang menarik karena selain berpotensi menghasilkan keuntungan, usaha ini juga dapat dijadikan sebagai hobi yang menyenangkan, terutama bagi mereka yang menyukai kegiatan merawat hewan sekaligus membangun koleksi unggas yang unik.
7. Ternak Ikan Nila
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
Budidaya ikan nila termasuk salah satu usaha perikanan yang cukup populer karena ikan ini memiliki pertumbuhan yang relatif cepat serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi air, sehingga peternak tidak perlu menghadapi tingkat kesulitan yang terlalu tinggi dalam proses pemeliharaannya.
Ikan nila juga memiliki permintaan pasar yang cukup stabil karena banyak digunakan sebagai bahan utama berbagai menu makanan seperti ikan bakar, ikan goreng, maupun berbagai hidangan khas daerah yang membutuhkan ikan air tawar dengan rasa daging yang lembut dan gurih.
Dengan manajemen pakan yang baik serta pengelolaan kolam yang tepat, ternak ikan nila dapat memberikan hasil panen yang cukup menjanjikan dalam waktu beberapa bulan, sehingga cocok bagi mereka yang ingin membangun usaha ternak yang memiliki potensi keuntungan jangka menengah dengan risiko yang relatif terkendali.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik
1. Usaha ternak apa yang paling cepat menghasilkan uang?
Beberapa usaha ternak yang dikenal memiliki siklus panen cepat antara lain ternak lele, ayam broiler, dan burung puyuh karena masa pemeliharaannya relatif singkat sehingga modal dapat berputar lebih cepat.
2. Apakah usaha ternak cocok dimulai di usia 40 tahun?
Usaha ternak justru cukup cocok dimulai pada usia 40 tahun karena biasanya seseorang sudah memiliki pengalaman, kedisiplinan, serta kemampuan mengelola keuangan yang lebih matang dibandingkan saat masih muda.
3. Berapa modal awal untuk memulai usaha ternak kecil?
Modal awal usaha ternak skala kecil bisa sangat bervariasi tergantung jenis ternaknya, namun banyak usaha ternak seperti ayam kampung atau lele yang bisa dimulai dengan modal beberapa juta rupiah saja.
4. Ternak apa yang cocok di lahan sempit?
Beberapa jenis ternak yang cocok di lahan sempit antara lain burung puyuh, ayam kampung skala kecil, kelinci, serta budidaya ikan menggunakan kolam terpal.
5. Apa kunci sukses dalam usaha ternak?
Kunci utama keberhasilan usaha ternak biasanya terletak pada manajemen pakan yang baik, menjaga kesehatan ternak, menjaga kebersihan kandang, serta memiliki jaringan pemasaran yang jelas.




















